KINGDOMSRIWIJAYA – Indonesia baru saja ditetapkan secara resmi sebagai anggota BRICS pada 6 Januari 2024. Pemerintah Brasil mengumumkan, Indonesia telah secara resmi menjadi anggota penuh BRICS. Brasil yang memegang jabatan Presiden blok ekonomi BRICS tahun 2025 menyampaikan, negara-negara anggota lain sudah menyetujui masuknya Indonesia secara konsensus sebagai bagian dari dorongan perluasan saat pertemuan puncak BRICS pada 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan.
Indonesia kini menjadi anggota BRICS bersama Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Saudi Arbia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sebelumnya, delegasi Indonesia dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono telah hadir pada pertemuan tingkat tinggi di Kazan, Rusia Oktober 2024. Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan negara anggota BRICS yang bertemu dengan negara-negara mitra dalam format BRICS+ dan Outreach untuk membahas isu-isu penting kerja sama regional dan internasional yang saling menguntungkan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Kazan tersebut, di Moskwa pada November 2024 berlangsung BRICS Forum “Traditional Values” yang diikuti anggota parlemen dari negara anggota BRICS dan mitra. Forum ini bersepakat melahirkan "BRICS Literature Award" atau Penghargaan Sastra BRICS yang akan mulai dilaksanakan pada 2025.
Indonesia kini menjadi anggota BRICS bersama Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Saudi Arbia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sebelumnya, delegasi Indonesia dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono telah hadir pada pertemuan tingkat tinggi di Kazan, Rusia Oktober 2024. Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan negara anggota BRICS yang bertemu dengan negara-negara mitra dalam format BRICS+ dan Outreach untuk membahas isu-isu penting kerja sama regional dan internasional yang saling menguntungkan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Kazan tersebut, di Moskwa pada November 2024 berlangsung BRICS Forum “Traditional Values” yang diikuti anggota parlemen dari negara anggota BRICS dan mitra. Forum ini bersepakat melahirkan "BRICS Literature Award" atau Penghargaan Sastra BRICS yang akan mulai dilaksanakan pada 2025.
BRICS Forum “Traditional Values” ini diprakarsai penulis terkenal Rusia, Zakhar Prilepin dan Dmitry Kuznetsov anggota Parlemen Rusia. Forum ini bertujuan untuk mendukung nilai-nilai tradisional negara-negara BRICS serta melindungi budaya dan sejarah mereka. Salah satu tugas utama forum ini adalah mendukung sastra nasional. Para peserta menekankan perlunya penyebaran dan penerjemahan karya sastra ke dalam bahasa negara-negara sahabat.
Untuk melaksanakan Penghargaan Sastra BRICS, pelaksana melibatkan wakil dari negara anggota BRICS. Dari Indonesia, yang dihubungi Sastrawan asal Sumatera Selatan (Sumsel) Anwar Putra Bayu. “Saya dihubungi Olga, asisten hukum Dmitry Kuznetsov anggota Parlemen Rusia. Meminta saya berdiskusi tentang sastra juga tentang mereka yang akan melaksanakan Penghargaan Sastra BRICS tahun ini,” kata Bayu, Jumat (31/1).
Menurut Bayu, dirinya dihubungi Olga setelah mendapat rekomendasi namanya dari Filologi dan penerjemah sastra Melayu/Indonesia ke bahasa Rusia bernama Victor Pogadaev lengkapnya Victor Aleksandrovich Pogadaev. “Saya pernah bertemu Victor Pogadaev pada pertemuan sastrawan dunia di Malaysia juga beberpa buku sastra termasuk kumpulan puisi saya kirim ke dia di Rusia”, ujarnya.
Dengan Olga menurut Bayu, mereka berdiskusi secara online tentang beberapa hal penting tentunya tentang keputusan utama Forum BRICS tersebut yang membentuk sebuah lembaga yang akan memberikan Penghargaan Sastra Internasional bernama BRICS Literature Award kepada sastrawan dari negara anggota BRCIS. “Saya akan dilibatkan sebagai wakil dari negara anggota BRICS. Nanti untuk memberikan penghargaan tersebut akan dibentuk The Board of Directors yang beranggotakan wakil negara anggotA BRICS”, kata Bayu.
The Board of Directors merupakan badan utama manajemen strategis yang menentukan komposisi dewan pakar dan juri nasional, dan membentuk Sekretariat untuk manajemen operasional. Prinsip kerja penghargaan ini adalah sebagai berikut: seorang wakil dari setiap negara BRICS akan duduk di The Board of Directors. Tugasnya mencakup pemilihan ahli di bidang sastra di negaranya, dan kemudian memilih karya sastra yang akan dinominasikan untuk Penghargaan. Kemudian, satu karya sastra akan dipilih sebagai pemenang.
Untuk melaksanakan Penghargaan Sastra BRICS, pelaksana melibatkan wakil dari negara anggota BRICS. Dari Indonesia, yang dihubungi Sastrawan asal Sumatera Selatan (Sumsel) Anwar Putra Bayu. “Saya dihubungi Olga, asisten hukum Dmitry Kuznetsov anggota Parlemen Rusia. Meminta saya berdiskusi tentang sastra juga tentang mereka yang akan melaksanakan Penghargaan Sastra BRICS tahun ini,” kata Bayu, Jumat (31/1).
Menurut Bayu, dirinya dihubungi Olga setelah mendapat rekomendasi namanya dari Filologi dan penerjemah sastra Melayu/Indonesia ke bahasa Rusia bernama Victor Pogadaev lengkapnya Victor Aleksandrovich Pogadaev. “Saya pernah bertemu Victor Pogadaev pada pertemuan sastrawan dunia di Malaysia juga beberpa buku sastra termasuk kumpulan puisi saya kirim ke dia di Rusia”, ujarnya.
Dengan Olga menurut Bayu, mereka berdiskusi secara online tentang beberapa hal penting tentunya tentang keputusan utama Forum BRICS tersebut yang membentuk sebuah lembaga yang akan memberikan Penghargaan Sastra Internasional bernama BRICS Literature Award kepada sastrawan dari negara anggota BRCIS. “Saya akan dilibatkan sebagai wakil dari negara anggota BRICS. Nanti untuk memberikan penghargaan tersebut akan dibentuk The Board of Directors yang beranggotakan wakil negara anggotA BRICS”, kata Bayu.
The Board of Directors merupakan badan utama manajemen strategis yang menentukan komposisi dewan pakar dan juri nasional, dan membentuk Sekretariat untuk manajemen operasional. Prinsip kerja penghargaan ini adalah sebagai berikut: seorang wakil dari setiap negara BRICS akan duduk di The Board of Directors. Tugasnya mencakup pemilihan ahli di bidang sastra di negaranya, dan kemudian memilih karya sastra yang akan dinominasikan untuk Penghargaan. Kemudian, satu karya sastra akan dipilih sebagai pemenang.
https://kingdomsriwijaya.id/posts/507339/sastrawan-indonesia-diundang-terlibat-pada-ibrics-literature-award-i2025-pg2